Jatiwangi – Pernahkah kita sejenak merenungkan, berapa banyak tetes keringat, air mata, bahkan darah yang dipertaruhkan seorang ibu demi menghadirkan kita di dunia ini? Pagi ini, suasana lapangan SMA Islam Al-Mizan Jatiwangi mendadak hening dan penuh haru. Sebuah amanat yang merasuk hingga ke sanubari berhasil mengetuk kesadaran ratusan siswa yang hadir.
Jumat, 11 September 2026, menjadi momen istimewa dalam Kegiatan Rutin Apel Pagi di SMA Islam Al-Mizan Jatiwangi. Bukan sekadar rutinitas pembentukan karakter dan kedisiplinan harian, apel pagi kali ini menghadirkan pesan moral mendalam tentang arti sejati bakti seorang anak kepada orang tua, khususnya sang ibu.
π₯ Pertaruhan Nyawa di Ruang Bersalin, Nyata dan Tanpa Syarat
Bertindak sebagai Pembina Apel Pagi, Bu Endah Nurfitriah, S.Pd.Gr. menyampaikan amanat yang menyentuh ranah paling personal dalam kehidupan setiap manusia: Perjuangan Seorang Ibu.
Dalam amanatnya, beliau menggambarkan secara gamblang bagaimana proses seorang ibu mengandung selama sembilan bulan dengan penuh kepayahan, hingga tiba saat bertaruh nyawa di meja persalinan. Baik melalui proses persalinan normal maupun tindakan bedah Caesar (Sectio Caesarea), perjuangan seorang ibu adalah bentuk pengorbanan tertinggi.
"Jangan pernah menganggap remeh rasa sakitnya melahirkan secara Caesar. Di balik balutan perban dan jahitan lapisan demi lapisan di tubuhnya, ada rasa nyeri luar biasa yang ditahan demi mendengar tangisan pertama sang buah hati. Dalam Islam, pertaruhan nyawa saat melahirkan bahkan diganjar dengan pahala mati syahid," tegas Bu Endah Nurfitriah, S.Pd.Gr. di hadapan seluruh peserta apel.
Pesan ini selaras dengan ungkapan bijak dari penulis terkenal, Haim Ginott:
"Children are like wet cement, whatever falls on them makes an impression." (Anak-anak seperti semen basah, apa pun yang jatuh di atasnya akan memberi kesan).
Pengalaman dan keteladanan tentang kasih sayang ibu yang ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah akan menjadi fondasi karakter siswa hingga masa depan mereka.
π Adab Kepada Orang Tua: Merendahkan Suara dan Menjaga Hati
Melanjutkan amanatnya, Pembina Apel menegaskan pentingnya menjaga adab dan akhlakul karimah kepada kedua orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai anak, wajib hukumnya untuk bersikap sopan, tutur kata yang santun, serta senantiasa merendahkan suara di hadapan orang tua.
Bahkan dalam ajaran Islam, perintah berbuat baik kepada orang tua (Birrul Walidain) bersifat mutlak, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra' ayat 23:
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”
Sastrawan legendaris Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, juga pernah menuliskan pesan mendalam:
"Ibu adalah pusat kehidupan keluarga, pencipta rasa aman, dan benteng pertahanan pertama bagi anak-anaknya."
Bahkan, jika orang tua berbeda keyakinan (non-Muslim) sekalipun, Islam tetap memerintahkan anak untuk menghormati, menyayangi, dan tidak menyakiti hati mereka dalam urusan duniawi. Tidak ada alasan bagi seorang anak untuk berlaku kasar atau meremehkan orang tua yang telah membesarkannya.
β±οΈ Rundown Kegiatan Harian Jumat, 11 September 2026
Usai pelaksanaan Apel Pagi yang penuh kekhidmatan, aktivitas siswa SMA Islam Al-Mizan Jatiwangi berlanjut dengan serangkaian kegiatan akademik, spiritual, dan ekstrakurikuler yang terstruktur rapi:
-
06.30 – 06.45 WIB: Apel Pagi & Refleksi Karakter Siswa.
-
07.10 – 09.40 WIB: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sesi 1.
-
09.40 – 10.20 WIB: Istirahat & Pembiasaan Karakter.
-
10.20 – 11.40 WIB: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sesi 2.
-
11.40 – 12.30 WIB: ISHOMA & Shalat Jumat Berjamaah di Masjid Sekolah.
-
12.30 – 14.00 WIB: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sesi 3.
-
14.00 – 14.30 WIB: Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka (Materi Teori Semaphore).
βοΈ SORE BERKARYA: Mengasah Ketangkasan Melalui Teori Semaphore Pramuka
Menutup agenda hari Jumat, seluruh siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada pukul 14.00 – 14.30 WIB. Pada pertemuan kali ini, materi yang disampaikan berfokus pada pendalaman teori Semaphore.
Siswa diajarkan sejarah, fungsi komunikasi jarak jauh, serta formasi abjad dalam isyarat bendera Semaphore. Kegiatan ini tidak hanya melatih memori dan koordinasi fisik, tetapi juga membangun kerja sama tim (teamwork) serta kedisiplinan khas gerakan Pramuka di Al-Mizan.
Full Day, Full Character Building! Itulah Al-Mizan!
πΈ DOKUMENTASI KEGIATAN HARI INI
Lihat betapa khidmat dan bersemangatnya siswa-siswi SMA Islam Al-Mizan Jatiwangi hari ini!
π INGIN ANAK ANDA TUMBUH DENGAN AKHLAK & PRESTASI TERBAIK? π
SMA Islam Al-Mizan Jatiwangi berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak mulia kepada orang tua serta masyarakat.
π TERHUBUNG BERSAMA AL-MIZAN – FOLLOW & JANGAN KETINGGALAN INFO!
Jangan lupa SHARE artikel berita ini ke grup WhatsApp keluarga, teman, dan media sosial kamu ya! π
BERSAMA, BERKAH, BERPRESTASI - SMA ISLAM AL-MIZAN JATIWANGI
#BanggaJadiAlMizan #AlMizanJatiwangi #SekolahIslamUnggulan