SMA Unggulan Al-Mizan Gelar Ziarah Tokoh Lokal Majalengka: Doa untuk Pendahulu, Pelajaran bagi Generasi Penerus
Majalengka - SMA Unggulan Al-MIzan Gelar Kegiatan ziarah ke tokoh-tokoh lokal di wilayah Majalengka dilaksanakan dengan niat utama mendoakan para pendahulu yang telah berjasa dalam bidang keagamaan, kepemimpinan, dan pembangunan masyarakat. Ziarah juga menjadi sarana refleksi diri bagi kita yang masih hidup, agar senantiasa mengingat keterbatasan manusia, kematian, serta pentingnya mengisi kehidupan dengan amal kebaikan. Selasa (10/02/26).
Pertama Ziarah ke Abah Agil – Ciborelang: Ziarah ke makam Abah Agil dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa agar segala amal kebaikan beliau diterima oleh Allah SWT. Bagi peserta didik, ziarah ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sementara nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan pengabdian kepada umat akan terus dikenang. Dari sosok Abah Agil, kita belajar bahwa hidup yang bermanfaat bagi orang lain adalah warisan terbaik.
Kedua Ziarah ke Abah Halim (Mama Babuh) – Burujul : Kegiatan ziarah ke Abah Halim atau Mama Babuh diniatkan untuk mengirimkan doa serta meneladani perjuangan beliau dalam membina umat dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan. Ziarah ini mengajarkan bahwa ilmu dan akhlak yang baik akan terus mengalir pahalanya meskipun seseorang telah wafat. Bagi yang masih hidup, kegiatan ini menjadi cermin untuk terus memperbaiki diri dan menjaga niat dalam beramal.
Ketiga Ziarah ke Adipati Ewangga – Sukaraja : Ziarah ke makam Adipati Ewangga tidak hanya dimaksudkan sebagai pengenalan sejarah, tetapi juga sebagai bentuk doa dan penghormatan atas jasa beliau sebagai pemimpin daerah. Dari ziarah ini, peserta didik diajak menyadari bahwa jabatan dan kekuasaan bersifat sementara, sementara tanggung jawab dan amal kepemimpinan akan terus dipertanggungjawabkan. Ziarah menjadi pengingat agar setiap amanah dijalankan dengan jujur dan adil.
Keempat Ziarah ke Buyut Khulasho – Andir : Melalui ziarah ke Buyut Khulasho, peserta didik diajak untuk mendoakan para leluhur yang telah membuka dan membangun wilayah Andir. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa kemajuan yang kita rasakan hari ini tidak terlepas dari perjuangan generasi sebelumnya. Ziarah menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup untuk mensyukuri nikmat, menjaga warisan nilai, dan meneruskan kebaikan yang telah dirintis.
Niatkan Hakikat Ziarah sebagai Pembelajaran Kehidupan
Ziarah bukanlah sekadar kunjungan, melainkan ibadah berupa doa dan perenungan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak memahami bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta, dan yang tersisa hanyalah amal perbuatan. Oleh karena itu, ziarah menjadi media pembelajaran yang menanamkan sikap rendah hati, rasa syukur, serta semangat untuk menjalani hidup dengan penuh makna dan tanggung jawab.
Allah SWT berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Ayat ini mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian bagi setiap manusia. Ziarah kubur menjadi sarana untuk menyadarkan diri bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sehingga manusia terdorong untuk memperbanyak amal saleh selama masih diberi kesempatan hidup.
Hadits tentang Anjuran Ziarah Kubur
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ، أَلَا فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ
“Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur dapat mengingatkan kalian kepada akhirat.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa ziarah kubur memiliki tujuan utama sebagai pengingat kehidupan akhirat, bukan sekadar kunjungan, tetapi sarana muhasabah diri.
Hadits tentang Doa bagi Ahli Kubur
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa saat ziarah kubur:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan orang-orang beriman dan muslim.”
(HR. Muslim)
Doa ini menunjukkan bahwa ziarah kubur adalah bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada mereka yang telah wafat, sekaligus pengingat bahwa suatu saat kita pun akan menyusul.
Berdasarkan ayat dan hadits tersebut, kegiatan ziarah ke tokoh-tokoh lokal Majalengka diniatkan untuk. Mendoakan para pendahulu atas jasa dan amal kebaikan mereka, Mengingatkan peserta didik tentang kefanaan hidup, Menumbuhkan sikap rendah hati, syukur, dan tanggung jawab moral dan Mendorong peserta didik agar mengisi hidup dengan amal yang bermanfaat
Ziarah menjadi pembelajaran spiritual yang mengajarkan bahwa yang abadi bukanlah jabatan atau harta, melainkan amal dan keteladanan.











